Kamis, 26 Agustus 2021

Apa Itu Fanatik


Apa Itu Fanatik - Segala sesuatu yang berlebihan atau melampaui batas akan menghasilkan hal yang tidak baik, dalam hal apapun itu. Alangkah lebih baik kita menyikapi apapun itu dengan memilih pertengahan (yang sedang- sedang saja). Sikap yang berlebihan pada sesuatu hanya akan mematikan akal sehat, oleh karena itu wajarlah dalam bersikap dan bijaklah dalam bertindak. 

Seseorang yang sudah fanatik terhadap sesuatu, yaitu dengan menunjukkan perilaku ketertarikan pada suatu hal secara berlebihan. Mereka sulit bahkan tidak dapat mengganti pola pikir dan pula haluan mereka.

Mereka mempunyai standar yang ketat dalam pola pikirnya, bahkan mereka cenderung tidak ingin mendengarkan pendapat (opini) ataupun ide orang lain yang dianggapnya bertentangan walaupun itu benar  

Baca Juga : Apa Itu Taksub

Sikap fanatik bisa membuat kita menjadi orang yang sangat bodoh (walaupun sebenarnya pintar/pandai), bahkan mampu membawa seseorang ke arah mana pun yang diarahkan oleh mereka yang kita jadikan panutan. Sehingga pikiran seseorang telah dipandu arahkan oleh panutan tersebut. 

Apa Itu Fanatik?

Dalam kamus KBBI fanatik mempunyai arti teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). Begitu juga dalam Kamus Besar dan Wiktionary.org mempunyai arti yang sama. 

Sedangkan dalam Wikipedia.org menggunakan kata fanatisme, yang mempunyai arti paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Definisi menurut Filsuf George Santayana "melipatgandakan usaha Anda ketika Anda lupa tujuan Anda". Sedangkan menurut Winston Churchill, "Seseorang fanatisme tidak akan bisa mengubah pola pikir dan tidak akan mengubah haluannya".

Jadi fanatiisme menurut wikipedia adalah seseorang yang berperilaku fanatik terhadap sesuatu dengan standar yang ketat dalam pola pikir mereka dan bahkan cenderung tidak ingin mendengarkan pendapat (opini) atau ide orang lain yang dianggapnya bertentangan.  

Jadi fanatik dapat diartikan sebagai pegangan seseorang terhadap sesuatu tanpa melihat adanya kebenaran yang ada didalamnya. Fanatik yaitu mereka yang mempunyai ketegaran hati, pegangan yang kuat, keyakinan yang kuat dan juga kepercayaan yang kuat. 

Jika kita mengacu pada Webster's Third New International Dictionary, 1986 yang diambil dari blog Apiecesofain.blogspot.com fanatik adalah seseorang yang memperlihatkan gairah yang melampau batas (berlebihan) dan juga ketaatan yang sangat gigih sehingga membabi buta dalam beberapa perkara yang kontroversi (seperti dalam agama, politik ataupun falsafah).  

Seseorang tersebut biasanya menyeru atau mengajak untuk mempercayai pegangannya (panutannya) dengan bersemangat, sedangkan perkara tersebut merupakan desakan yang tidak memiliki alasan (referensi) dan tidak adanya tolerir (tolak unsur – bahasa melayu). 

Sedangkan menurut Prof Dr Jamal Farouq Al-Daqqaq (Amarismat.com) mendefinisikan taksub atau fanatik adalah kecenderungan seseorang yang disertai dengan hawa nafsu untuk memenangkan suatu mazhab atau pandangan (pendapat) yang dipegangnya dari pandangan (pendapat) orang lain yang berbeda, dan berusaha untuk menjatuhkan padangan yang bertentangan tersebut.   

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa fanatik adalah kepercayaan atau keyakinan terhadap suatu hal yang sangat kuat dan berlebihan bahkan melampaui batas tanpa menggunakan akal pikiran yang sehat/jernih, sehingga kita tidak menerima pendapat (pegangan) orang lain yang berbeda dengan kita. 

Tidak hanya itu saja, kita akan memperdebatkan bahkan menjatuhkan pegangan orang lain yang berbeda pendapat dan menganggap keyakinan (kepercayaan) kita yang paling benar walaupun kepercayaan itu salah. 

Macam-Macam Fanatik

Sikap fanatik biasanya terjadi pada seseorang yang terlalu meyakini sesuatu seperti ormas, golongan, tokoh politik, tokoh agama dan lain-lain. Biasanya fanatik pada beberapa contoh tersebut secara membabi buta. Fanatik yang demikian akan mematikan akal pikiran yang sehat walaupun sebenarnya ia pintar atau cerdas. 

Mereka akan berusaha mempetahankan pendapat atau ideologi yang mereka pegang, walaupun tanpa alasan yang jelas dan masuk akal. Mereka menganggap merekalah yang paling benar dan orang lain salah dalam memilih. 

Dibawah ini ada beberapa macam fanatik, tapi hanya akan dijelaskan beberapa saja yang biasanya banyak terjadi di masyarakat. 

1. Fanatik dalam Agama
Agama adalah tata cara yang mengatur manusia agar dapat melakukan ibadah kepada Tuhan YME. Banyak orang dalam agama yang terlalu fanatik terhadap tokoh tertentu, sehingga tidak mengakui tokoh lainnya yang dianggap berbeda pendapat atau pegangan.  

Mereka akan selalu menganggap tokoh yang menjadi panutan sebagai orang yang paling benar, sehingga tidak mau menerima ajaran yang diajarkan oleh tokoh lainnya. Dalam agama diajarkan juga untuk bersikap bijak, termasuk dalam menerima seruan dari tokoh manapun. Sehingga tidak pantas para penganut untuk merasa paling benar. 

2. Fanatik dalam Politik
Fanatik dalam politik biasanya terjadi pada partai dan juga tokoh tertentu. Biasanya mereka akan fanatik dengan partai tertentu, mereka akan menganggap partai tersebut adalah partai paling sempurna. Partai yang bersih, partai paling hebat dan partai yang tidak ada cacatnya sama sekali. 

Begitu pula dengan tokoh yang ada dalam partai yang mereka sukai. Walaupun masih banyak kekurangan pada tokoh tersebut, mereka tetap saja menganggap tokoh idola mereka yang paling baik. Mereka tidak menerima tokoh lain walaupun tokoh lain lebih baik dari tokoh yang mereka favoritkan. 


Bahkan mereka akan menjelekkan partai atau tokoh lainnya. Apapun mereka lakukan untuk membela partai ataupun tokoh mereka. Mereka tidak menerima masukkan dari orang lain yang tidak sepaham dengan mereka atau tidak sependapat dengan mereka.  

3. Fanatik dalam Olahraga
Orang yang fanatik dalam olahraga biasanya akan menyukai club olahraga tertentu atau tokoh tertentu. Misalnya dalam sepak bola, mereka akan menyukai club Barcelona. Mereka akan mengikuti perkembangan dari club tersebut, hafal dengan para pemainnya, dengan pengelola clubnya dan lain sebagainya. 

Mereka tidak akan menyukai club lain, apalagi club tersebut adalah rival dari club yang mereka favoritkan. Begitu juga dengan tokoh tertentu dalam club sepak bola, misalnya saja mereka menyukai messi. Biasanya mereka menyukai karena skill yang dimiliki oleh pemain tersebut.   

4. Fanatik Terhadap Fans
Mereka mempunyai rasa fanatik yang teramat dalam, mereka akan mencari informasi tentang fans berat mereka bahkan mengikuti kisah hidupnya. Mereka tidak akan tertarik dengan tokoh lain atau idola lainnya. Mereka akan merasa bahwa idola mereka adalah segala-galanya bila dibandingkan dengan tokoh lainnya. 

Bahkan sering terjadi mereka bertengkar hanya karena membela tokoh idola mereka masing-masing. Mereka akan membela nama baik tokoh yang mereka idolakan dan menjelekkan tokoh lain selain dari idola mereka. 

5. Fanatik Penggemar K-Pop
Jaman sekarang anak muda sudah banyak yang menjadi penggemar K-Pop. K-Pop sangat booming dan menjadi trend masa kini, sehingga tidak banyak yang lebih mengenal K-Pop dari pada tokoh-tokoh penting lainnya terutama di Indonesia. 

Tak heran banyak yang fanatik dengan K-Pop ini, mereka menjadikan K-Pop idola secara berlebihan. Mereka selalu update informasi tentang idola mereka ini, mengikuti gaya yang ada pada K-Pop. 

Bahaya Fanatik Pada Diri Seseorang

Kita akan membahas bahaya fanatik dalam diri seseorang, karena kita akan membahas bahaya yang lebih luas lagi. Tidak hanya pada satu atau dua macam fanatik saja. Seseorang yang fanatik berlebihan akan kehilangan akal sehat, dia akan mudah melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. 

Misalnya seorang wasit yang dikejar oleh supporter sepak bola club tertentu karena dinilai tidak adil sehingga tim kesayangan mereka kalah. Ada juga yang sampai membakar mobil artis kesayangannya, karena tidak bisa bertemu dengan artis idolanya tersebut seperti yang dialami oleh artis Via Vallen. 

Seseorang yang membela tokoh idolanya seperti yang banyak terjadi di sosial media ketika pemilu terjadi. Bahkan mereka melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti menyebar hoaks, memfitnah, membully dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. 

Seseorang yang sudah fanatik dengan tokoh agama, dia akan menganggap tokoh panutannya tersebut adalah orang yang hebat tanpa ada kekurangannya sama sekali. Semua petuah dianggapnya benar sehingga berpotensi disesatkan jika panutannya melakukan kesesatan. Tentunya ini sangat bahaya bagi keimanan seseorang.   

Itulah beberapa contoh fanatik buta yang perlu kita ketahui. Dari contoh tersebut kita sudah bisa menilai apa bahaya yang akan terjadi jika kita mempunyai sikap fanatik yang berelebihan. Selain tidak bisa berpikir sehat dan jernih, kita akan sulit menerima kebenaran yang diberikan orang lain hanya kerena berbeda pendapat atau berebeda pegangan. 

Kita juga akan mudah menjatuhkan orang lain, mengeluarkan kata-kata kotor, membully bahkan memfitnah orang lain hanya karena ingin memenangkan argumen yang kita keluarkan. Selain itu kita juga tidak mudah mengalah, bahkan ingin menang sendiri walaupun pendapat kita itu salah.   

Solusi Sikap Fanatik

Solusi apakah yang terbaik untuk menghadapi penomena fanatik? Dalam ajaran agama Islam, seorang muslim hendaknya berpegang teguh pada Alquran dan Hadis Nabi SAW. Janganlah fanatik dengan apapun itu selain harus berpegang teguh pada ajaran agama/kepada Allah SWT. 

Dengan demikian maka kita akan selamat berada pada jalan yang benar, tidak tersesat dengan jalan (pegangan) yang memang menyimpang dari ajaran Allah SWT dan tuntunan Nabi SAW. Kita akan bijak dalam menghadapi pemahaman-pemahaman yang salah, tidak mudah salah kaprah dalam menghadapi apapun. 

Selusi lainnya adalah kita harus bijak dan juga teliti dalam hal apapun, termasuk ketika kita meyakini sesuatu. Kita harus mencari referensi (data) yang lebih dalam lagi ketika disuguhkan pada penomena yang mengarah pada kefanatikan. Kebenaran bukan dari satu sumber saja, tapi dari berbagai sumber termasuk dari tokoh-tokoh lainnya yang mempunyai kompetensi mumpuni.   

Bagaimanapun hebatnya seseorang, tentu memiliki kekurangan dan juga kelemahan. Bahkan mereka yang menjadi panutan dan kita kultuskan pernah melakukan kekhilafan dan juga kesalahan. Sehingga kita tidak patut untuk terlalu memuja memuji (menyanjung) mereka secara berlebihan dan melampai batas. 


Perlu kita ketahui bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa, jadi tidak pantas kita sanjung terlalu dalam apalagi kita kultuskan sehingga kita menjadikan mereka seolah-olah sempurna dan tidak memiliki cacat sedikitpun.  

Bijaklah dalam melakukan apapun! Baik itu keyakinan, atau apapun yang kita lakukan. Ketika yakin terhadap seorang tokoh, perhatikan tokoh tersebut secara menyeluruh dan apa adanya (realistis). Jika memang dia melakukan kesalahan, hendaknya diingatkan dan jangan diikuti, namun jika memang ia benar maka ikutilah dan sanjunglah sekedarnya saja sesuai dengan kebaikan yang ia kerjakan. 

Gunakanlah akal sehat dan pikiran yang jernih dalam menilai suatu hal, agar tidak terjerembab dalam jurang yang dalam (jalan yang salah). Jika mereka sesat maka kitapun akan ikut jalan yang sesat, sesuai dengan jalan yang mereka berikan. Nilailah apapun itu secara teliti dan menyeluruh dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak mudah tersesat dalam jalan yang salah. 

Demikianlah penjelasan tentang apa itu fanatik. Kita dituntut untuk bijak dalam mengambil tindakan, termasuk juga dalam hal keyakinan dan juga menyukai sesuatu. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, segala sesuatu mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. Jadi tidak pantas jika kita fanatik dan mengagungkan sesuatu secara berlebihan dan melampaui batas. 

Share This
Latest
First

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Bagikan Artikel ini!